image1 image2 image3 image4

MENATA HATI|MENYAMBUT GERHANA PERADABAN|MENJENGUK MALAM DI SEPI REMBULAN|MENUNGGU PAGI|SANG PIJAR DARI UFUK TIMUR

Showing posts with label kristen. Show all posts
Showing posts with label kristen. Show all posts

Saturday, February 3, 2018

Kehilangan Protestan-isme

500 tahun gereja setelah reformasi yang dibawa Martin luther, apa yang saya temui ternyata malah justru menjauhi dari semangat protes itu sendiri. Dengan tulisan ini semoga protes saya berhasil pedas, supaya gereja kembali kepada kejernihannya sebagai wujud ajaran Cinta-Kasih Yesus sendiri di dunia nyata.

500 Tahun reformasi gereja, sebuah peringatan megah, digaungkan dilangit gereja, kisah-kisah epik soal sindiran keras soal gereja Katolik dizaman kegelapan gereja. Lalu hanya dibumbui sebatas untuk percaya terus menerus Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat.

Selebaran yang sampai kerumah saya soal Reformasi gereja ya hanya berkutat soal inferior gereja, soal yang harusnya tidak perlu dianggap penting, menurut saya. Soal-soal seperti aliran lain yang tidak menganggap Yesus sebagai Tuhan, Yesus bukan satu-satunya harapan dari sebuah doa.

Menyalahkan A lalu menganggap diri sebagai yang paling benar, semuanya sudah berlalu sekarang hampir semua Kristen mayoritas menyembah Yesus sebagai Tuhan, sisanya paling 10% mungkin lebih kecil lagi, toh mereka masih mengganggap Yesus, dan ajarannya sebagai pedoman hidup, mengganggap Yesus sebagai juru selamat di akhir zaman. Kenapa kekristenan harus kembali ke teori ini, kenapa tidak menganggapnya sebagai bagian dari sejarah perkembangan gereja.

Pertanyaannya: whats next after reformation? After saved?

Ada banyak PR diluar sana yang tentu juga harus dijawab Kristen apalagi gereja sebagai rumah, dan berkumpulnya umat yang mengaku kristen.

Sebagai bentuk dari hukum kasih ke-2 mencintai sesama manusia sebagaimana mencintai diri sendiri. Namun yang saya temui justru sebaliknya kalangan mahasiswa kristen, keluarga kristen, keluarga pendeta bisa makan enak di berbagai restoran mahal, di hotel berkelas, main di wahana spektakuler. Namun jangankan dimensi sosial secara luas, banyak dari nasib jemaatnya sendiri yang hidup jauh dibawah garis kemiskinan dibiarkan oleh gereja, oleh agen-agen yang membawa nama cinta,kasih sesama manusia.

Dimana mencintai manusianya? Gerakan kekristenan harus segera berinstropeksi diri dari kenyataan seperti ini, kalau tidak mau ditinggalkan umat.

Tak jarang gereja sekarang hanya sebagai ajang pamer gengsi, dan pamer aktualisasi. Berlomba-lomba memamerkan kemewahan, memamerkan keglamoran, yang justru semakin membawa rentang sosial yang jauh antara jemaat yang finansialnya dibawah rata-rata dengan kelas elit kapitalis.

Belum lagi soal semakin 'sucinya' gereja protestan terhadap jemaat yang dianggap kotor. Mereka yang bekas maling, penjudi  bekas menghamili/dihamili semakin tidak mendapat tempat didalam gereja, tak jarang gunjingan dan cibiran muncul dari mulut pendeta sendiri, gereja yang harusnya menjadi rumah untuk semua orang dengan berbagai kesalahannya malah menjadi bagian dari justifikasi kesucian semakin membuat enggan mereka yang dinafikan untuk datang beribadah atas dasar cinta kasih.

Jadi apa yang menjadi tujuan kekristenan sekarang?
Dimana semangat protestanisme akan digaungkan?

Bagaimana terus menerus menggaungkan orang untuk percaya Yesus, Figur yang menawarkan pembebasan dari kesengsaraan, perjuangan dan perlawanan terhadap penguasa, terhadap ketidakadilan, melawan tirani kekuasan,

Namun kalian justru menutup mata dan kuping kalian dari realitas, sambil mengunyah kemapanan kalian di rumah nyaman? Ironi sekali. Kalian ingin seperti Yesus namun kehilangan harta untuk orang papa saja mikir, mending menghabiskan waktu untuk meet-up , piknik kesana kemari lalu bersaksi "hidup saya diberkati", Oi! itu jemaatmu sudah merasa diberkati belum?

Jangan dijejali janji surgawi melulu, sementara realitas penghidupan mereka didunia kalian biarkan, bahkan kalian nafikan asal ada pundi-pundi yang mengalir dari kantong kolekte kalian.

Lalu dimana Kekristenan yang penuh welas asih itu?
Dan kembali kepertanyaan awal, bagaimana kedepan arah gerakan Protestanisme?
Jika tidak segera berbenah, jangan disalahkan jika kekristenan tidak relevan dan akan semakin ditinggalkan.

Selamat Hari Minggu.
Kleco Wetan, 4 Januari 2018

Indra Agusta

Sunday, April 16, 2017

Pesakh, Paskah, Idul Adha dan Perjanjian Baru




UJIAN ABRAHAM

Dalam tiga keyakinan besar didunia Yahudi,Kristen dan Islam tersebutlah seorang Nabi yang sering disebut "Bapa dari semua orang percaya" Siapa orang percaya ini tentu orang-orang yang beribadah menyembah satu Tuhan, yakni Allah. Namanya Abram, seorang yang rela meninggalkan tanahnya di ur-Kasdim, di selatan Mesopotamia untuk menuju panggilan Tuhannya, juga janji keturunannya yang seperti Pasir dilaut maupun bintang dilangit.

Abraham, atau Ibrahim seorang yang sangat saleh itu keimanannya diuji oleh Tuhan dengan mengorbankan anaknya sendiri untuk disembelih di Puncak Gunung Moria)*, hingga ketika si anak disembelih Tuhan kemudian menggantikannya dengan domba. Dari situlah Korban ini menjadi Perayaan ibadah di tiga agama besar ini.

*(saking istimewanya tempat ini kemudian dijadikan Temple of Solomon, Bait Allah, tempat berdoa para Nabi, dari Daud sampai  Yesus, Muhammad sendiri menempuh perjalanan menuju Sidratul Muntaha- nya pun disini) 

PESAKH

Pengorbanan Abraham tersebut masuk kedalam ritual "Pesakh" dimana Hari pertama dimulai dari Perayaan makan Roti yang tidak beragi, penyampaian cerita Exodus Keluarnya bangsa Israel dari Mesir, yang dipimpin Nabi Musa, kemudian  Penyembelihan domba paskah, hari esoknya. Lalu memakan domba tersebut sampai habis, sebelum lewat hari setelahnya.

Perayaan ini dilakukan tanggal 14 - 21 bulan Nissan (bulan dalam Kalender Yahudi) 

(Source, Taurat Musa : Leviticus 23:4; Numbers 9:3-5, & 28:16)PASKAH
Umatnya Isa/Yesus yang dikenal dengan umat Kristiani-pun melanjutkan tradisi Pengorbanan Abraham ini, sekaligus untuk mengingat hari Dimana Yesus akan disalibkan, yang kebetulan sama dengan perayaan Pesakh Yahudi.

Yesus sendiri dalam Injil ditulis Perjamuan Malam, terakhirnya yang semakin terkenal setelah Da Vinci Melukisnya (the last supper) sedang merayakan hari roti tidak beragi, menggenapinya dengan meminum cawan berisi anggur dan roti tidak beragi perlambang tubuhnya yang akan disalibkan besok, sebagai pengganti domba yang disembelih oleh umat Yahudi biasanya. Dan tradisi meminum cawan anggur dan roti ini masih dijalankan oleh sebagian besar umat Kristiani untung mengenang Yesus, tentu juga mengenang Abraham.

Tidak ada penanggalan yang tetap untuk Perayaan Paskah bagi umat Kristiani, yang tetap adalah harinya Dimulai dari Rabu Abu, Kamis Putih sampai Jumat Agung, dan ditutup dengan Minggu Paskah. (Meski tidak tetap tanggalnya, namun biasanya selalu didalam ring kalender Paskah Yahudi 14 - 21 bulan Nissan, tinggal mengkonversi ke kalender Masehi)

(Source Injil : Matthew 26:17, Mark 14:12, Luke 22:7)

IDUL ADHA/HARI RAYA QURBAN
Islam sebagai keyakinan terakhir yang bersumber dari sumur yang sama-pun merayakan Pengorbanan Ibrahim ini dalam sebuah perayaan besar bernama Idul Adha, dimana Umat Islam seperti umat Yahudi menyembelih domba atau sapi, sebagai peringatan Ibrahim menyerahkan anakknya kehadapan Allah. Lalu daging kurban ini dibagi rata ke semua orang dalam sebuah masyarakat, tanpa peduli apapun agama, suku, ras, seperti ajaran yang diajarkan Muhammad, Islam sebagai rahmat bagi semua mahkluk.
Idhul Adha, dalam islam dimulai tanggal 10 Dzulhijjah (Kalender Hijriyah), Selain untuk mengingat pengorbanan Ibrahim, juga untuk memulai Ibadah Haji, dari Mina menuju Mekkah.
(Source Quran :  Ash Shaaffaat  ayat 102-107 ; Al Kautsar ayat 2)
Selain perayaan, Paskah sendiri bagi saya adalah bagaimana Yesus/Isa Almasih sebagai seorang Tokoh, guru, panutan yang berpengaruh saat itu, dengan segala kebaikannya dia selalu lembut dalam menyelesaikan semua permasalahan.

Dia meringkas 10 hukum taurat Musa yang terkenal keras itu, dengan konsep kasih, Mengasihi Allah dengan segala ciptaannya, juga tentunya mengasihi sesama manusia, asalkan mampu mengamalkan konsep tersebut pasti tidak akan melanggar Hukum Taurat. Konsep ini yang kemudian oleh gereja disimbolkan sebagai "Salib" yang vertikal hubungannya dengan Tuhan, yang Horizontal hubungannya dengan sesama manusia.

sekitar 700an tahun kemudian, Konsep ini pun dipakai oleh Muhammad, untuk mencintai Tuhan dan mencintai sesama "
Hablumminallah dan Hablumminannas"

Yesus sendiri juga pernah menolong seorang PSK, yang hendak dirajam oleh masyarakat Yahudi waktu itu, dengan membalikkan pernyataan, siapa yang tidak berdosa boleh melakukan hukuman rajam pada wanita pezinah tersebut.

PERJANJIAN BARU
Dalam tradisi Yahudi yang Yesus juga pelajari, jika seorang berdosa harus melaksanakan Korban bakaran sebagai bentuk permintaan maaf kepada Tuhan,  seperti yang pernah dilakukan Yakub ayah dari Yusuf (Genesis 31:54) dan Nabi Musa (Leviticus 4:1-4)

Karena dari sosio politik waktu itu umat Israel tengah dalam penjajahan Romawi, hidup serba berkekurangan, jangankan untuk membeli hewan ternak yang dikorbankan, untuk hidup sehari-hari pun sudah sangat susah. Yesus berani menawar kepada Tuhan, tentu dan dia sendiri yang akan berkorban menjadi korban persembahan kepada Tuhan, dengan disalib.
Pada Perjamuan Terakhir , malam sebelum disalib Yesus memberikan "Perjanjian Baru" itu pada murid-muridnya (Al-Hawariyun)

dalam sebuah nas Injil Lukas dituliskan demikian : "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku."
Demikian juga, setelah makan, Yesus mengambil cangkir anggur dan berkata, Cangkir yang dituangkan bagimu ini adalah Perjanjian baru"
dan perbuatan Yesus ini menawar semua korban ternak tersebut,  hingga manusia tidak perlu menyembelih hewan untuk meminta maaf atas dosa, namun dengan niat yang tulus ungkapkan dosa-dosa itu pada Allah, Sang Khalik. Dia akan mengampuni dosa-dosamu.

Lalu Yesus pun, menjadi seperti wahyu yang diturunkan Kepada Yohanes Pembabtis (Nabi Yahya dalam Islam) 

"dilihatnya Isa lewat, lalu katanya, “Lihatlah Anak Domba Allah"
John 1:38 Demikianlah Pengorbanan Yesus, tokoh yang diramalkan sebagai  Mesias di Jaman para Nabi sebelumnya, juga menjadi Nabi bagi umat Islam, juga dikisahkan sebagai pembawa Jalan yang lurus menuju Allah.  Seperti yang tertulis di Alquran surat Ali Imram Ayat 50-51
Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) daripada Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.  (3: 50)

Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus".  (3: 51)Kedatangannya di Akhir Jaman pun dinantikan tiga Agama besar ini, Sebagai Mesias, Juru Selamat, juga Al-Masih yang akan berperang dengan Dajjal di Akhir Jaman.

Dan Perayaan sebagai bukti Keimanan seseorang kepada Allah itu masih berlangsung sampai sekarang, entah Pesakh, Paskah, ataupun Idul Adha.


Selamat Paskah..........
Kleco Wetan, 16 April 2017
Nuwun.