image1 image2 image3 image4

MENATA HATI|MENYAMBUT GERHANA PERADABAN|MENJENGUK MALAM DI SEPI REMBULAN|MENUNGGU PAGI|SANG PIJAR DARI UFUK TIMUR

Showing posts with label Gereja. Show all posts
Showing posts with label Gereja. Show all posts

Sunday, April 16, 2017

Pesakh, Paskah, Idul Adha dan Perjanjian Baru




UJIAN ABRAHAM

Dalam tiga keyakinan besar didunia Yahudi,Kristen dan Islam tersebutlah seorang Nabi yang sering disebut "Bapa dari semua orang percaya" Siapa orang percaya ini tentu orang-orang yang beribadah menyembah satu Tuhan, yakni Allah. Namanya Abram, seorang yang rela meninggalkan tanahnya di ur-Kasdim, di selatan Mesopotamia untuk menuju panggilan Tuhannya, juga janji keturunannya yang seperti Pasir dilaut maupun bintang dilangit.

Abraham, atau Ibrahim seorang yang sangat saleh itu keimanannya diuji oleh Tuhan dengan mengorbankan anaknya sendiri untuk disembelih di Puncak Gunung Moria)*, hingga ketika si anak disembelih Tuhan kemudian menggantikannya dengan domba. Dari situlah Korban ini menjadi Perayaan ibadah di tiga agama besar ini.

*(saking istimewanya tempat ini kemudian dijadikan Temple of Solomon, Bait Allah, tempat berdoa para Nabi, dari Daud sampai  Yesus, Muhammad sendiri menempuh perjalanan menuju Sidratul Muntaha- nya pun disini) 

PESAKH

Pengorbanan Abraham tersebut masuk kedalam ritual "Pesakh" dimana Hari pertama dimulai dari Perayaan makan Roti yang tidak beragi, penyampaian cerita Exodus Keluarnya bangsa Israel dari Mesir, yang dipimpin Nabi Musa, kemudian  Penyembelihan domba paskah, hari esoknya. Lalu memakan domba tersebut sampai habis, sebelum lewat hari setelahnya.

Perayaan ini dilakukan tanggal 14 - 21 bulan Nissan (bulan dalam Kalender Yahudi) 

(Source, Taurat Musa : Leviticus 23:4; Numbers 9:3-5, & 28:16)PASKAH
Umatnya Isa/Yesus yang dikenal dengan umat Kristiani-pun melanjutkan tradisi Pengorbanan Abraham ini, sekaligus untuk mengingat hari Dimana Yesus akan disalibkan, yang kebetulan sama dengan perayaan Pesakh Yahudi.

Yesus sendiri dalam Injil ditulis Perjamuan Malam, terakhirnya yang semakin terkenal setelah Da Vinci Melukisnya (the last supper) sedang merayakan hari roti tidak beragi, menggenapinya dengan meminum cawan berisi anggur dan roti tidak beragi perlambang tubuhnya yang akan disalibkan besok, sebagai pengganti domba yang disembelih oleh umat Yahudi biasanya. Dan tradisi meminum cawan anggur dan roti ini masih dijalankan oleh sebagian besar umat Kristiani untung mengenang Yesus, tentu juga mengenang Abraham.

Tidak ada penanggalan yang tetap untuk Perayaan Paskah bagi umat Kristiani, yang tetap adalah harinya Dimulai dari Rabu Abu, Kamis Putih sampai Jumat Agung, dan ditutup dengan Minggu Paskah. (Meski tidak tetap tanggalnya, namun biasanya selalu didalam ring kalender Paskah Yahudi 14 - 21 bulan Nissan, tinggal mengkonversi ke kalender Masehi)

(Source Injil : Matthew 26:17, Mark 14:12, Luke 22:7)

IDUL ADHA/HARI RAYA QURBAN
Islam sebagai keyakinan terakhir yang bersumber dari sumur yang sama-pun merayakan Pengorbanan Ibrahim ini dalam sebuah perayaan besar bernama Idul Adha, dimana Umat Islam seperti umat Yahudi menyembelih domba atau sapi, sebagai peringatan Ibrahim menyerahkan anakknya kehadapan Allah. Lalu daging kurban ini dibagi rata ke semua orang dalam sebuah masyarakat, tanpa peduli apapun agama, suku, ras, seperti ajaran yang diajarkan Muhammad, Islam sebagai rahmat bagi semua mahkluk.
Idhul Adha, dalam islam dimulai tanggal 10 Dzulhijjah (Kalender Hijriyah), Selain untuk mengingat pengorbanan Ibrahim, juga untuk memulai Ibadah Haji, dari Mina menuju Mekkah.
(Source Quran :  Ash Shaaffaat  ayat 102-107 ; Al Kautsar ayat 2)
Selain perayaan, Paskah sendiri bagi saya adalah bagaimana Yesus/Isa Almasih sebagai seorang Tokoh, guru, panutan yang berpengaruh saat itu, dengan segala kebaikannya dia selalu lembut dalam menyelesaikan semua permasalahan.

Dia meringkas 10 hukum taurat Musa yang terkenal keras itu, dengan konsep kasih, Mengasihi Allah dengan segala ciptaannya, juga tentunya mengasihi sesama manusia, asalkan mampu mengamalkan konsep tersebut pasti tidak akan melanggar Hukum Taurat. Konsep ini yang kemudian oleh gereja disimbolkan sebagai "Salib" yang vertikal hubungannya dengan Tuhan, yang Horizontal hubungannya dengan sesama manusia.

sekitar 700an tahun kemudian, Konsep ini pun dipakai oleh Muhammad, untuk mencintai Tuhan dan mencintai sesama "
Hablumminallah dan Hablumminannas"

Yesus sendiri juga pernah menolong seorang PSK, yang hendak dirajam oleh masyarakat Yahudi waktu itu, dengan membalikkan pernyataan, siapa yang tidak berdosa boleh melakukan hukuman rajam pada wanita pezinah tersebut.

PERJANJIAN BARU
Dalam tradisi Yahudi yang Yesus juga pelajari, jika seorang berdosa harus melaksanakan Korban bakaran sebagai bentuk permintaan maaf kepada Tuhan,  seperti yang pernah dilakukan Yakub ayah dari Yusuf (Genesis 31:54) dan Nabi Musa (Leviticus 4:1-4)

Karena dari sosio politik waktu itu umat Israel tengah dalam penjajahan Romawi, hidup serba berkekurangan, jangankan untuk membeli hewan ternak yang dikorbankan, untuk hidup sehari-hari pun sudah sangat susah. Yesus berani menawar kepada Tuhan, tentu dan dia sendiri yang akan berkorban menjadi korban persembahan kepada Tuhan, dengan disalib.
Pada Perjamuan Terakhir , malam sebelum disalib Yesus memberikan "Perjanjian Baru" itu pada murid-muridnya (Al-Hawariyun)

dalam sebuah nas Injil Lukas dituliskan demikian : "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku."
Demikian juga, setelah makan, Yesus mengambil cangkir anggur dan berkata, Cangkir yang dituangkan bagimu ini adalah Perjanjian baru"
dan perbuatan Yesus ini menawar semua korban ternak tersebut,  hingga manusia tidak perlu menyembelih hewan untuk meminta maaf atas dosa, namun dengan niat yang tulus ungkapkan dosa-dosa itu pada Allah, Sang Khalik. Dia akan mengampuni dosa-dosamu.

Lalu Yesus pun, menjadi seperti wahyu yang diturunkan Kepada Yohanes Pembabtis (Nabi Yahya dalam Islam) 

"dilihatnya Isa lewat, lalu katanya, “Lihatlah Anak Domba Allah"
John 1:38 Demikianlah Pengorbanan Yesus, tokoh yang diramalkan sebagai  Mesias di Jaman para Nabi sebelumnya, juga menjadi Nabi bagi umat Islam, juga dikisahkan sebagai pembawa Jalan yang lurus menuju Allah.  Seperti yang tertulis di Alquran surat Ali Imram Ayat 50-51
Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) daripada Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.  (3: 50)

Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus".  (3: 51)Kedatangannya di Akhir Jaman pun dinantikan tiga Agama besar ini, Sebagai Mesias, Juru Selamat, juga Al-Masih yang akan berperang dengan Dajjal di Akhir Jaman.

Dan Perayaan sebagai bukti Keimanan seseorang kepada Allah itu masih berlangsung sampai sekarang, entah Pesakh, Paskah, ataupun Idul Adha.


Selamat Paskah..........
Kleco Wetan, 16 April 2017
Nuwun.










Friday, March 3, 2017

SPOTLIGHT, Jejak Penyimpangan Seksual dalam Gereja

(setelah dituliskan lama hampir 6 bulan, pernah dipublish dalam grup tertutup, akhirnya saya beranikan untuk mempublish diblog saya, sebagai catatan juga peringatan)


SPOTLIGHT


Oleh : Indra Agusta

Februari 2016 lalu sebuah Perhelatan penghargaan Film berkelas internasional diadakan, ya Oscar 2016, detik - detik berbagai nominasi disebutkan, dan dipuncak acara tersebutlah Film Pemenang di Ajang bergengsi ini adalah SPOTLIGHT.

Sebagai penggemar film-film bermutu saya tentu akan menyeleksi mana film-film yang layak untuk saya tonton, dari segi kualitas, cerita, hingga alur cerita. Tentunya pemenang Oscar tak luput dari list saya, dari sinilah saya menonton Spotlight.

Antara takjub dan terkejut, tentang tema yang diangkat di film ini, tentang Penyalahgunaan pelayanan untuk menyalurkan hasrat seksualitas. Sangat tidak beradab, seperti hewan kalau boleh saya berbicara lebih keras. Ketakjuban saya berlebih lagi ketika film yang dibuat itu diambil dari kejadian nyata.

Sebuah Media (The Boston Globe) berani terang-terangan membeberkan data-data akurat bagaimana kejahatan tersebut bisa didesain secara terstruktur dan rapi, diselumuti jubah Agama, bedak Pelayanan, dan Lipstik mimbar.

Yang terlibat dalam kasus tersebut tidak tanggung-tanggung 70 Pastur, semuanya terlibat pelecehan seksual dan mengidap pedofilia (penyakit psikologis kelaian orientasi seks terhadap anak dibawah umur) 

Untuk detail infonya bisa cek di wikipedia, dan media lainnya.
link : Boston Church Scandal


Padahal sangat jelas di kitab Taurat, dalam Ten Commandement  dituliskan sangat jelas “JANGAN BERZINAH” (Kel 20:14) dan saya yakin semua pastur tahu perintah Tuhan itu.
tapi bagaimana ini bisa terstruktur rapi, bahkan melibatkan kepolisian, kejaksaan supaya tutup mulut atas kejadian ini.

Memang bukan hal baru ketika mendapati dosa semacam ini karena di Alkitab Daud-pun pernah jatuh dalam hal seperti ini. 

Film ini selain menuai pujian dari kritikus film, pihak Vatikan sendiri tidak menampik bahkan memuji film ini dengan mengeluarkan seruan untuk Mengecam dan mengutuk semua Pastor yang Pedofilia dan melakukan pelecehan seksual.  Dan Kemudian ditindaklanjuti dengan menerbitkan UU Gereja tentang Pedofilia

Dengan film inipun semakin membukakan mata saya bahwa Siapapun entah Pastur, Pendeta, Kiai, Biksu atau tokoh agama apapun belum tentu kebal oleh dosa semacam ini, bahkan mungkin godaan levelnya lebih tinggi. 


Dan kejadian ini banyak terjadi tidak hanya di Boston, tapi juga diseluruh dunia. Termasuk negara kita.

Januari 2016
Di Australia, sebanyak 65.000 anak-anak menjadi korban pelecehan seksual di Institusi Keagamaan, terutama gereja.
http://www.bbc.com/news/world-asia-31052631

September 2015
Di Bekasi, Seorang Pendeta dilaporkan mencabuli anak dibawah umur, hingga hamil dan melahirkan
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/hukum/15/09/16/nurnyw361-gereja-pendeta-cabul-di-bekasi-tak-terdaftar

Maret 2016
Di Kota Manado dengan dalih “pelayanan” Seorang pendeta melecehkan jemaatnya sendiri.
http://www.tribunnews.com/regional/2016/03/02/oknum-pendeta-dilaporkan-jemaatnya-karena-pelecehan-seksual

Juli 2016
Media di Inggris memuat bahwa setiap minggu 5 anak terkena pelecehan seksual di Gereja.
https://www.premier.org.uk/News/UK/Five-church-sex-offences-reported-every-week

Dan berbagai kasus lainya yang bisa kalian temukan media.

September 2016, 
di Surabaya Pendeta mengidap kelainan seksual dengan mencabuli 7 bocah dan sekarang sudah dipenjara 15 tahun.
http://www.surabayanewsweek.com/2016/09/oknum-pendeta-cabul-divonis-15-tahun.html

MUNAFIK
Saya juga orang berdosa, banyak punya salah dan tabiat buruk, namun dalam hati saya pribadi berkata memang lebih gentle mereka yang terang-terangan melakukan seks bebas, membeli PSK, atau melakukan penyimpangan seksual tanpa topeng, jujur daripada keliatan dari luar alim, jujur, jadi tokoh agama, jadi panutan tapi dibalik itu mereka sebenarnya tak lebih bobrok dari Petualang Seks di lokasisasi-lokasisasi.

Dan kemunafikan ini terus berjalan, seiring tidak ada tindakan, atau ragunya jemaat untuk melaporkan pada yang berwajib. Atau pola komunikasi anak dan orantua yang jarang, hingga anak dibawah umur cenderung takut untuk melaporkan tindak pelecehan seksual ini pada orang tua. 

TINDAKAN PREVENTIF
Mengingat terjadinya kasus tersebut maka saya lewat tulisan ini menghimbai akan lebih baik bagi semua jemaat gereja dimanapun kalian berada maupun Pastur/pendeta untuk menjaga diri, jangan terlalu percaya pada siapapun.Karena penyelewengan seksualitas ini bisa menyerang siapa saja.

1. Hindari konseling berdua , hendaklah ditemani ketika konseling untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan entah cowok, atau cewek sama aja, apapun umurnya, semua bisa menjadi celah masuknya iblis seksualitas entah Perselingkuhan, Pelecehan Seksual, Bisexual,Gay, Lesbian bahkan Pedofilia.

2.Waspadai "modus-modus" yang dijalankan oleh Pendeta, Pastur, Kakak rohani , tokoh yang terkenal dengan  pelayanannya untuk gereja , dan siapapun yang berkedok pelayanan, tapi ujung-ujungnya untuk kepentingan seksualitas individu mereka, jangan mau kalau diajak bertemu berdua tanpa pengawasan dari siapapun. Jangan goblok!

3.Segera laporkan ke Pihak yang berwajib, bila ada kejadian pelecehan seksual yang berkedok Pelayanan digereja manapun, dikomunitas manapun kalian berada. Laporkan, jangan takut jika dibiarkan akan terus melebar, dan suatu saat bisa menyerang saudara kalian sendiri, atau anak-anak kalian sendiri.
4.Jangan terlalu mudah diajak oleh siapapun apalagi sendiri, jika memang belum kenal betul orang tersebut, siapapun bisa kena celah tersebut bahkan  Hamba Tuhan sekalipun.

5.Berjaga-jaga dan Berdoa, Supaya Tuhan selalu mengiringi langkahmu kemanapun engkau pergi. 

Film ini saya rekomendasikan untuk ditonton, terlebih lagi gereja, supaya semua waspada skandal berkedok agama ini bisa menerjang siapa saja. Semoga tidak ada kasus-kasus "spotlight" lagi. 

God bless all of you..