image1 image2 image3 image4

MENATA HATI|MENYAMBUT GERHANA PERADABAN|MENJENGUK MALAM DI SEPI REMBULAN|MENUNGGU PAGI|SANG PIJAR DARI UFUK TIMUR

Saturday, August 29, 2026

Ombak harian

Semakin menua hidup kita selalu diliputi tegangan, mungkin itu yang membuat kita cepat beruban dan keriput. Nyaris tak pernah berhenti hal² yang membuat kita kebingungan mengatasi segalanya. Kehilangan, ketidakmampuan, kebimbangan, kehampaan kadang bebarengan datang di sela kegiatan. 

Rasa khawatir turut pula datang, gak punya duit misalnya, itu selalu jadi momok banyak orang. Dunia yang serba transaksi ini memang membutuhkan kapital finansial lebih agar mapan dan bisa lebih luwes bergerak. 

Ada yang selalu membuat berdebar ketika peristiwa yang tak dinyana² terjadi, dan harus mengeluarkan uang lebih untuk hal yang tidak kita inginkan. Tapi kerap muncul solusinya juga. Dan benar² datang dari arah yang gk kita ketahui. 

Hal² itu seperti klenik, ia menjelma begitu saja sebagai jawaban. Di umur segini, kerjaannya gak jelas, gelar tak punya, ketrampilan pas2an, dan tenaganya dah jauh surut daripada ketika lulus SMA. Apinya membesar tapi wadagnya mengecil.

Ada paradoks² nasib yang demikian. Ombak itu terus menggetarkan, kadang sepagi ini, ketika mata belum kantuk, lalu pikiran nggrambyang kemana². Memikirkan esok yang entahlah. 

Dan anak manusia tetap anak manusia.