Seiring menua seringkali manusia makin keras kepala kepada dirinya. Seiring itu pula dengan mudah gampang ditipu daya dengan berbagai macam hal. Hal-hal yang menurut dia masuk akal tetapi sebenarnya tidak, dan tipuan-tipuan itu begitu rupa membingungkan manusia.
Anak manusia yang tengah bimbang kerap menyandarkan diri pada satu versi kebenaran yang masuk di akalnya, kerappula mencari-cari pembenar dari apa yang sedang ia kerjakan. Ia kemudian memasrahkan total sampai keadaan terjadi sebaliknya.
Kadangkala saya sudah tahu itu akan terjadi, tetapi, saya membiarkannya dan terus menerus mengekang diri untuk tidak terlalu campur tangan terhadap apa yang dialami anak manusia lain. Ketika semuanya terjadi, kadang merasa bersalah sendiri mengapa tidak menghardik ketika perasaan itu muncul. Dan manusia sama-sama bebal, ia tidak pernah mau mengerti akan keadaan yang dihadapinya, serta selalu mengikuti apa yang jadi kekarepan hatinya.
Ekosistem kemudian terganggu, dia yang hidup untuk dirinya sendiri ini merusak jaring perkawanan hanya karena takut menghadapi kenyataan yang ia hadapi sendiri. Hanya karena pengecut kenapa ia terus menerus bimbang.
Kekalahan manusia selalu menimpulkan choping mechanism rupa. Ada yang mengurung diri, ada yang berlagak tidak tahu, ada yang berbohong baik kepada diri sendiri maupun orang lain, adapula yang menyalahkan orang lain agar hubungannya dengan personal tertentu terus berada di posisi mutlak benar.
Ruang jaman selalu merekam hal demikian.
Adalagi yang tak kuat pasti depresi, gila dan kerap berujung bunuh diri. Yang gila ini kerap merepotkan, ia tidak sadar bahwa dirinya gila dan kerap membabi-buta ketika kondisi kejiwaannya tidak segera tertangani dan merasa bahwa dirinya baik-baik saja.
Tempo hari, ibu sambungku demikian. Ketika dia berpindah dari poli jantung karena jantung lemah ke poli jiwa, ia merasa bahwa dirinya sudah tak berharga di dunia ini. Merasa bahwa dunia baik-baik saja tanpa dirinya, dirinya jadi absurd dan sekaligus merepotkan sekelilingnya, bapak saya, dan saya secara tidak langsung.
Hal ini berasal dari choping mechanism yang salah. Ia berlagak kuat akhirnya ketika jebol tidak bisa teratasi bahkan oleh nakes sekalipun. Yang bisa menyembuhkannya adalah dirinya sendiri, kemampuan untuk mengatasi diri dari banyak hal, serta menerima keadaannya sebagaimanapun buruknya. Karena jika ini tidak selesai ke depan akan menjadi masalah lagi, lebih lagi jika suatu hari ia jadi orang punya power, kehancuran demi kehancuran bisa terjadi karena pikiran yang kalut, yang tidak segera disadari ini akan jadi boomerang seiring waktu.
Ketika saatnya tiba, ia hanya akan jadi sampah. Mengelola dunia seperti sampah dan kehancuran lainnya. Mayat-mayat hidup itu rasanya makin banyak seiring jaman yang makin susah, perlambatan ekonomi yang makin menjadi serta geliat komodifikasi yang mengabaikan si papa. Jurang sosial yang makin jauh, dan makin jauh menyeret manusia pada keadaan yang tak pernah ia pahami.

No comments:
Post a Comment