Anak-anak terus merekam sejak kesadarannya muncul, mungkin sekitar usia 8-9 tahun ketika rasa ingin tahu dan mimetik mengalir deras. Segala yang lewat disekitarnya kemungkin turut membentuk kedirian sang bocah. Mereka bukan tak mengerti namun belum cukup mampu 'menggambar' lebih jauh apa yang sebenarnya terjadi, ideal-ideal hidup dan sebaliknya. Tapi kesadarannya cukup untuk mengingat apalagi jika hal itu menyinggung langsung kediriannya.
Setelah dewasa hal-hal kecil ini menjelma menjadi banyak kekacauan dan kita menyimpannya sebagai perangai buruk. Luka-luka masa lalu yang nyaris tak mampu disembuhkan lagi.
