Apresiasi petualang kecil tentang pengalaman hidup, kegelisahan dan harapan-harapannya akan masa depan.
Tulisan ini dibuat sebagai apresiasi cinta manusia pada sesama, dan Tuhan-nya.
MENATA HATI|MENYAMBUT GERHANA PERADABAN|MENJENGUK MALAM DI SEPI REMBULAN|MENUNGGU PAGI|SANG PIJAR DARI UFUK TIMUR
Friday, November 4, 2011
wejangan Kiai Patah untuk yang mempunyai ilmu tinggi
“landasan kejiwaan itulah yang memang harus disusun kuat-kuat lebih dahulu didalam diri manusia yang akan membina kekuatan itu.
Karena pada dasarnya adalah manusia itulah yang akan mempergunakan kekuatan menurut niatnya.”
Hijaunya lembah hijaunya lereng pegunungan, 5265, S.H. Mintardja -Kiai patah kepada Mahisa Pukat dan Murti setelah konflik di sebuah padukuhan yang memusnahkan keluarga kiai Patah-
No comments:
Post a Comment