Apresiasi petualang kecil tentang pengalaman hidup, kegelisahan dan harapan-harapannya akan masa depan.
Tulisan ini dibuat sebagai apresiasi cinta manusia pada sesama, dan Tuhan-nya.
MENATA HATI|MENYAMBUT GERHANA PERADABAN|MENJENGUK MALAM DI SEPI REMBULAN|MENUNGGU PAGI|SANG PIJAR DARI UFUK TIMUR
Friday, November 4, 2011
romantisme di sela magrib
Tapi, hidup tak selamanya matahari terbit untuk kita. Ada malam, saat bintang akan ditunggu-tunggu. Tak ada matahari, bintang pun jadi.
Mentari kelak kan tenggelam,
gelap kan datang ... dingin mencekamm...
harapanku bintang kan terang, memberi sinar dalam hatiku..
kuingat, dimalam itu kau beri daku senyum kedamaian
mungkin kah akan tinggal kenangan?
jawabnya tertiup di angin lalu....
-abah iwan-
Romantisme magrib di sela hujan, -petualang kecil-
No comments:
Post a Comment